Masalah







Hidup adalah sebuah masalah? :m:
Yoo sangat-sangat tepat buat anda-anda.
tapi gak usah ditangisi ya gan,walau kadang menangis itu emang hal yang wajar dan perlu.(jangan berlebihan)
Setiap manuasia itu pasti punya masalah, saya yakin itu. Tanpa terkecuali dengan saya ini.
Yoo mungkin itu yah yang namanya hidup , gak pernah hidup tanpa ada masalah. Sebenernya masalah itu gak pernah mandang usia,jabatan,kalangan (dari kalangan elit+sedang+sederhana maupun kalangan bawah). Tapi itu juaga adalah sebuah proses , proses hidup . hidup lebih baik, hidup lebih dewasa, hidup lebih positif , hidup lebih religious, hidup lebih,lebih,lebih dan lebih. Yang jelas banyak yaa. :j:
Untuk kalangan baby atau bayi mungkin dia juga punya masalah,masalah saat dia menangis karena udah gak sabar pengin minum ASI (air susu ibu) dll. Untuk kalangan remaja yang dalam proses tumbuh dewasa biasanya dihadapkan dengan masalah percintaan atau asmara. Yaa sepertinya begitu.
Dan untuk kalangan dewasa (ibu2+bpk2+kakek2+nenek2 maupun yang lanjut usia) biasa dengan masalah ekonomi dan penyakit yang menyerang dikala usia yg sudah mulai rentan.
Itulah masalah, tapi sebenernya masalah itu indah lho kalo emang bener-bener kita nikmati, alias diambil positifnya. :h:
Masalah anak-anak remaja, yaa saya juga remaja kok. :c: hehe
Percintaan. Yups tepat banget untuk kalangan remaja, tapi belum tentu dengan saya ya . :h:
Biarpun ada yang bilang kalo kita udah brani main cinta , disitu pula kita udah siap kapan hati kita akan dipatahkan dan akan disakiti. Kalo menurut saya lebih baik mencegah ya daripada mengobati. Lah maksudnya?? Gini lo gan,
Saya memang sempet 2bln yang lalu punya pacar, tapi karena gak mau berlebihan atau terjerumus lebih dalam saya putuskan untuk udahan. Di usia yang masih sangat remaja ini menurut saya lebih bagusnya kita focuskan untuk hal-hal yang lebih positif, contohnya yaitu dengan tidak membuat hati kita itu terluka/jatuh lebih dalam. Biarpun kata orang cinta itu indah.hmm I don’t care gan. :e:
Yuk ah balik lagi ke pembahasan, alias kembali ke laptop. :f:
Masalah itu sebenernya perlu lho buat hidup kita . kok bisaa??
Yaa bisalah , coba bayangin kalo hidup kita nyantai-nyantai aja lurus-lurus aja tanpa ada masalah, pasti kita berfikirnya gitu-gitu aja gak akan ada perubahan donk. Kalo kata inul “bagai sayur tanpa garam kurang enak kurang mantap”.hehehehe
Dangan adanya masalah kita bisa berfikir lebih dewasa, percaya deh.(udah terbukti untuk saya)
Saya punya temen malah bisa dibilang sahabat kali yaa. Dia bernama Ratna.
Kita berteman sejak SMP kelas 8. Lebih tepatnya SMPN 1 Pamarican, yahh kampus tercinta gitu.hho
Sampai sekarangpun kita masih satu sekolah. Campusku sekarang SMKN 1 Banjar.
Dulu kita itu kaya sodara,lebih-lebih dari sodara kandung malah. Kemana-mana bareng, ujan-ujanan+panas-panasan ah terlalu banyak untuk diceritakan gan.
Mungkin dia salah satu temen yg membuat saya mengerti arti sahabat yang sebenarnya. :h:
Pertemanan 2tahun sangat menyenangkan, mungkin sampai nanti gak akan pernah saya lupakan.
Tapi sekarang dengan seiringnya waktu kita sulit untuk kembali ke masa-masa dulu, dan bahkan mungkin tidak akan pernah bisa. Entah saya entah dia yang berubah?? :n:
Sempet pas masa-masa SMP kita sering banget berbeda pendapat sampai akhirnya terjadi percecokan, tapi dulu saya bersyukur karena semua bisa terselesaikan. Kalo sekarang??
Kalo sekarang sepertinya tidak, entah apa yang terjadi sebenarnya.
Bulan-bulan yang lalu saya berusaha untuk memperbaiki tali persahabatan kami, sampai saya harus terbaring sakit,yaa karena itu tadi. Saya selalu ingat pesan ibu saya, beliau bilang “jangan pernah memutuskan tali silaturohim dengan saudara”karena itu hal yang dibenci oleh yang diatas.
Mungkin itu kata-kata yang selalu membuat saya berusaha untuk tidak ingin punya masalah dengannya.
Tapi sudah 3bln ini kami benar-benar putus kontak. Saya sengaja untuk diam karena saya berharap dia mau berubah/ada perubahan. Tapi ternya tidak. Benar-benar nihil.
Tepat kemarin baru masuk sekolah kurang lebih 3hari setelah berakhirnya masa maggang, tanggal 2 februari 2013 saya mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengannya. Tapi apa yang terjadi? dia buru-buru pergi seakan gak terjadi apa-apa.
Dan kemarin tgl 4 februari 2013 tepat di depan broadcast.
Saya beranikan untuk menyapanya kembali, tapi all hasil dia kembali memalingkan muka seakan-akan saya ini bukan siapa-siapa/ sekedar angin lewat kali yaa buat dia??
Huuftt,, menyakitkan ketika harus menjadi orang yang tak di anggap. :i:
Tapi saya bersyukur sampai saat ini saya masih punya orang-orang yang deket dengan saya ,mreka yang selalu support saya ketika saya harus merasakan sakit dan kesedihan itu. (gak bisa disebutin satu-satu )
Saya gak pernah menyesali pertemuan+persahabatan saya dengan Ratna. Saya malah terus bersyukur, karena apa?? Saya banyak berubah karena masalah-masalah yang ada selama ini. Termasuk masalah dengannya.
Saya yakin tidak Cuma saya yang punya masalah dengan sahabat-sahabat terdekat.
Semua orang pasti punya masalah seperti kata-kata saya diatas.
Intinya yang pasti kita gak boleh menyesali sebuah pertemuan+perkenalan hingga menjadi sebuah persahabatan dengan rasa kekeluargaan yang indah dan menyenangkan.
Dan kita juga harusnya berterimakasih pada orang-orang sepertinya, karena merekalah yang membuat kita berubah dan labih dewasa. Dan tetaplah berfikir positif , karena saya yakin fikiran positif itu tanpa kita sadari akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan kita dan sekaligus akan terbawa kealam sadar/nyata kita.
So, untuk rekan-rekan gak usah takut dengan yang namanya masalah, karena sebenernya tiap masalah itu ada jalan keluarnya dan bisa diperbaiki. Dan masalah itu untuk dihadapi bukan untuk dihindari.:)
Yaa guys segitu aja dari saya, mudah-mudahan bermanfaan yaa. . :h:
Previous
Next Post »
Thanks for your comment