HUT RI-68

Dirgahayu RI Ke-68, alias Selamat Ulang Tahun, Happy Birthday atau happy milad yaa apapun itulah sebutannya.hhe yang jelas di HUT RI yang ke 68 ini banyak atau masih sangat banyak harapan dan do’a yang di panjatkan untuk kemajuan Negara kita yang tercinta ini. Apa aja tuh?? Apa kita harus belajar perang dengan manggunakan senjata atau bamboo runcing layaknya pejuang-pejuang kita yang telah gugur di medan perang, haddduuuuhh salah ituu. Untuk sekarang tidaklah kita harus seperti itu, dengan belajar yang rajin dan jadi pemuda yang jujur, bertanggung jawab, disiplin itu juga sudah cukup sebagai seorang pelajar. Setujuuu kan??? yaa setuju gak setuju tetap harus setujulah. :h:
                Harapan untuk kedepannya apa yaa?? Kalo saya si berharap semoga Indonesia semakin maju , ya dengan memberantas kemiskinan , kebodohan dan korupsi yang sekarang berada di posisi paling atas mungkin de seluruh dunia sebagai Negara terbanyak kasus korupsi. Astagfirulloh..
berdo’a saja dan sebagai generasi muda harus tetap meningkatkan nasionalisme dalam membangun Negara RI ini, kalo bukan kita mau siapa lagii?? Memang sudah menjadi tugas kita sebagai Pemuda Indonesia untuk menggantikan para pemimpin-pemimpin bangsa.
                Sudahlahh sekarang saya mau kasih tahu , haa kasih tahu?? Gak tempe nii?? Huhu bukan itu maksudnya, tapi kata-kata dari Bung Karno ya yang insyaalloh bisa menjadi motivasi untuk kita semua

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno)

“Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno)

“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno)

“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno)

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno)

“……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno)

“Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali “. (Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno)

“Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.” (Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno)

“Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya” (Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung Karno)

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” (bung Karno)

“Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.” (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno)

“Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong” (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno)

“Aku Lebih suka lukisan Samodra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, “Kadyo siniram wayu sewindu lawase” (Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno)

“Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.” ( Sarinah, hlm 17/18 Bung Karno)


                Yaa itu diatas kata-kata mutiara dari bung Karno,
mungkin segitu saja postingan dari saya, semoga bermanfaat.amiinn :h:
Previous
Next Post »
Thanks for your comment