IBU

 IBU


Tertatih seolah lelah berdiri
Menyeret langkah enggan untuk berhenti
Terhunyung nyeri tiada peduli
Menatap jalan mata penuh berair
Entah berapa banyak keringat yang tercucur
Ketika hujan kau selalu menjagaku
Meski dirimu sedang letih menjalani hidup
Bakar telapak hanguskan amarah
Mata layu dahaga mencela
Tersenyum seperti menangis
Tertawapun hanya melawan hati
Peluh bagai permata baginya
Air mata bagai intan permata baginya
Suara tangisanpun menjadi irama indah baginya
Terimakasih ibu atas perjuanganmu
Kau adalah wanita yang akan selalu kucinta
Previous
Next Post »
Thanks for your comment