Birthday

                                                                                      
Coklat dan novel, sudah lama kedua barang itu berada diatas meja bahkan tepat di kedua bola mata tata, yang sedari tadi tata hanya bisa memegang dan meletakkannya kembali di meja. Sepertinya banyak yang dia pikirkan tentang ke-2 benda itu yang mungkin lebih tepatnya adalah untuk kado pada sahabatnya Nana. Banyak pertanyaan dan keraguan yang ia rasakan, apa nana bakal suka yah dengan sebuah novel dan coklat ini? Tata seperti benar2 orang kebingungan yang berbicara sendiri sambil garuk2 kepalanya. Entahlah , yang jelas aku ingin kasih ini sama dia.
Hari telah tiba, tgl 8 september yang tepat sekali ulang tahun nana, tapi tata sengaja tidak mengucapkan baik langsung maupun sms atau telpon karena tata selalu punya cara sendiri untuk membuat sahabatnya itu merasa bahagia.
Ngeeeeng,, assalamualaikum, ucap tata depan rumah rima.
Walaikumsalam , ucap balas rima. Rima adalah sepupu nana , dan rumahnya pun tidak terlalu jauh dari nana. Hai dek, aku ingin menitipkan ini untuk nana, bisa kan?
Oh iya ka dengan senang hati , nanti rima antar ke rumah ka nana.
Oh iya rim, besok siang saja.
Oke ka.
Tata sengaja menyuruh rima untuk mengantarkannya pagi2, agar nana tidak tahu. Dan lebih romantisnya lagi hadiah itu di simpan di kamar nana, tepat di meja belajar nana.
Tata memang bukan orang yang romantic sebenarnya, tapi dia selalu punya cara untuk membahagiakan temannya / surprise yang kadang gak pernah terduga.
Senin sore setelah pulang sekolah tata selalu melihat hp-nya berharap ada sms dari nana. Tak ada sms nih, ada juga dari orang lain bukan dari kamu. Gerutu tata dalam hatinya. Tata coba merebahkan badannya di tempat tidur karena lelah seharian sekolah, tak lama setelah merebahkan badannya hp tata bergetar..  Dret..dret..dret yes akhirnya hp-ku bergetar juga. Yaa memang tak salah lagi itu pesan dari nana, yang sudah sedari tadi tata tunggu.
“ini untuk siapa?” pesan yang terpampang jelas di ponsel tata
“maksudnya?” balas tata
“ ini kado !”
“kado apa? Aku gak ngerti “. Tata sengaja pura-pura tidak mengerti masalah kado yang ada di kamar nana
“ini coklat dan novel, kata mama ini dari kamu ta.kalo memang benar besok saya kembalikan”
serentak tubuh tata lemas, hati tata hancur seperti teriris sungguh menyakitkan saat membaca pesan itu,
“apa? Mau di kembalikan?” tata balas pesan itu dengan penuh kekecewaan
“iyaa, aku gak enak.”
“hmm.. terimakasih” rasanya sungguh menyakitkan . walau bagaimanapun nana adalah sahabat yang paling tata sayang, perjuangan untuk membeli kado itu saja tata rela menyisihkan uang bulanannya. Dan perjuangan membeli buku itu sampai harus melawan dinginnya malam dan ban motor tata yang sempat bocor. Betapa terpukulnya hati tata, sahabat yang selama ini begitu ia sayangi malah menyia-nyiakan pemberiannya itu.
nana kembali membalas sms “ iyaa maaf, saya tidak enak sama kamu”.
“terimakasih banyak na, sudah buang saja kadonya”. Tata sangat kesal makanya dia berucap seperti itu .
“ maaf bukan maksudku tidak menghargai” .
“kok kamu bicara seperti itu”. Banyak alasan yang diucapkan nana pada tata. Ada beberapa sms yang terus masuk, tapi tata hanya membaca dan berusaha untuk tidak membalas sms itu karena untuknya terlalu menyakitkan, ditambah jika tata membalas sms nana yang ada bukan jalan keluar atau perdamaian tapi masalh yang terus membesar. Karena nana yang tidak pernah bisa mengerti tata.
keesokan harinya hari selasa, tata bertemu nana di parkiran sekolah tapi tata tidak ingin menatap nana, karena hatinya masih terluka.
uli sahabat tata dan nana, diminta nana untuk mengembalikan kado itu pada tata, tapi uli tidak mau. Nana terlihat sangat kebingungan, entah kata-kata apa yang uli sampaikan pada nana, hingga selang berapa hari saat uli dan nana bertemu tata, uli bilang “ tenang ta, udah di buka kok”. Tata hanya kebingungan dengan ucapan uli. Dan saat itu pula nana tersenyum pada tata. Tata makin bingung dengan tingkah laku nana yang kadang menyenangkan dan kadang menyebalkan. Tata hanya garuk-garuk kepala. Yaa tata bukan tipe orang yang terus menyimpan amarahnya pada orang, dia memang gampang marah tapi gampang pula redamnya. Tak lama saat masih jam istirahat tata bertemu lagi dengan nana dan nana kembali tersenyum dan memegang tangan tata dan berucap” terimakasih”.
tata sedikit tersenyum, karena dia merasa lega usahanya tidak sia-sia.
setelah sampai di rumah tata mengetik sms “ tadi terimakasih untuk apa ya?”
“untuk kado” . balasan nana yang begitu singkat membuat tata semakin kebingungan . “berasa gak ikhlas banget si nih orang”. Gerutu dalam hati tata
“ yaudah kalo gak suka mah buang aja”.
“suka kok”. Nana semakin keterlaluan sehingga tata memberanikan diri untuk bertanya “sebernya saya ini masih ada artinya gak si untuk kamu?”
“hmm”.. balas nana
“jawab! Saya ini siapa untuk kamu”?
“ya temen, emang harus gimana?” makin menjengkelkan jawaban nana
“temen?? Iya temen tapi apa saya dan anak-anak masih ada artinya untuk hidup kamu?”tata makin kesal pada nana yang tidak pernah bisa peka
“ada kok. Memangnya saya harus gimana? Saya bukan nana yang dulu”.
“saya juga tau kamu bukan nana yang dulu, tapi tolong jawab apa saya dan yang lain masih ada artinya untuk hidup kamu? “
“na, tau gak yang namanya keluarga belum tentu bisa jadi sahabat tapi yang namanya sahabat udah pasti jadi sodara. Trus dimana-mana juga gak ada istilah mantan sahabat. Yah aku juga gitu, tapi yang gak pernah abis pikir kenapa kamu bisa seperti itu. Semua juga tau , na hidup itu gak bisa segimana sendiri, kalo kata orang salah jangan suka keras kepala itu anneh. Berasa ilang rasa sosialnya, dimana pikiran dan hati kamu na? apa udah ketutup sama cinta??” terasa menyakitkan untuk tata berkata seperti itu. Tapi tata juga harus bicara pada nana. Tapi all hasil nana hanya menjawab
“ iya silahkan gimana tata kok mau menilai saya gimana?
J
“iya silahkan kamu mau membenci saya, kamu tidak mendengarkan kata-kata saya, tapi bukan saya saja yang menilai seperti itu tapi semua teman-teman kita. Maafkan saya”.. tata hanya bisa balas seperti itu
“terimakasih yah na, semuanya. Sekarang saya janji , beneran janji gak akan mengganggu nana. Mungkin kemarin-kemarin saya Cuma bilang tidak, tapi untuk sekarang saya janji. Semoga nana dapat teman yang lebih baik dari saya.” Itu kata-kata terakhir tata yang dikirim lewat ponsel dengan hati yang hancur. Karena tata tau , persahabatan yang di bangun kurang lebih 5thn itu telah hancur tidak ada harapan untuknya kembali membangun. Karena tata berulang kali telah mencobanya, iyaa berpuluh-puluh kali tata mendekati nana dengan berbagai perjuangan. Tapi nana tetap tidak bisa peka akan kondisi sahabat-sahabtnya.
persahabatan tata dengan nana dimulai semenjak kls 3smp, mulai dari curhat-curhatan yang kadang berujung dengan
saling ngledek. Mereka berdua sudah seperti kakak berade yang kemana-mana selalu nempel. Malah mereka dapet gelar “kalo lagi akur udah kaya perangko tapi kalo lagi gak udah kaya kucing sama anjing”. Gimana nggak, sering banget mereka berantem Cuma gara-gara hal sepele yang kemudian jadi gede..gede dan gede. Tapi saat masa-masa smp masalah memang banyak, tapi akan tetap berujung pada perdamaian. Perdamaian itu memang indah. Tapi itu cerita yang sangat menyenangkan di masa putih biru, hingga saat kls 3 dan beberapa minggu lagi dihadapkan dengan UN tata sempat sakit parah. Hampir berminggu-minggu tata tidak masuk sekolah dan yang masih di ingat tata nana mengirim pesan yang berisi kata, “ kenapa Cuma kamu yang ada di pikiranku, kenapa bukan orang lain?”
tata hanya bisa senyum membaca pesan itu.
nana sering mengirim kata yang indah untuk tata, karena tata bukan tipe orang yang pintar merangkai kata-kata dia hanya bisa membalas dengan lirik-lirik lagu yang indah. Walaupun kadang kena ejek dari nana, tapi tata selalu mengakui bahwa dirinya bukan orang yang pintar untuk hal seperti itu. Nana memaklumi tata. Setelah tata sembuh nana sempat bercerita bahwa dirinya memimpikan tata saat tata sakit,”ta aku sempat memimpikan kamu lo”.
“iya gitu na”. Tanya tata
“iya..”.
“emang mimpi gimana”??
“ aku mimpi aku yang ada di samping kamu pas kamu lagi sakit, aku nyuapin kamu makan, ah lupaa.hehe”.
tata hanya bisa senyum mendengarkan cerita nana , sembari meledek tata bilang” iya attuh sok suapin sob.hehe”
“nggak ah, kan udah sembuh. Aku juga sempet nangis liat kamu harus terbaring kaya gitu kesakitan”.
tata langsung tersentuh hatinya, betapa tidak baru pertama kali dia mempunyai sahabat yang nangis karenanya. Melihat tata sakit terbaring tak berdaya. Mengharukan memang. Dan nana juga pernah bilang “ aku sayang sama kamu ta, sayang banget. Sayang banget sebagai sahabatku”.
lagi-lagi tata hanya bisa tersenyum, dan tata membalas “aku juga sayang kamu sahabat”. Dari situ tata semakin yakin bahwa nana adalah sahabat terbaiknya yang paling tata sayang. Banyak waktu yang mereka lewati berdua, tata sering kerumah nana dan sebaliknya. Mamah nana pernah bilang” tata betah banget yah kalo main di rumah sama kamu” nana senyum dan balas perkataan mamanya” iyaa mah”.
Nana sempat berpacaran dengan ade kelas, entah berapa lama. Namun nana memutuskan untuk tidak berpacaran dulu.  Saat tata main di rumah nana , nana curhat
“ta aku udah gak mau pacaran dulu, aku trauma”.
“trauma gimana? Yaudah gimana baiknya aja”
nana tiba-tiba mengeluarkan air mata dan menyandar di bahu tata, “ pokoknya aku gak mau pacaran dulu aku ingin ngebahagiain keluarga dulu ta”. Air mata nana yang terus keluar membuat tata kebingungan
“yaudah yang sabar aja, mending focus sama sekolah dulu aja, “ tegas tata pada nana
“iyaa ta”.
sepertinya nana tidak pernah ingat dengan percakapannya dengan tata waktu itu, tapat bulan September tanggal 8 yang hari itu juga Ulang tahun nana, tata membaca sbuah wall dari lana.
“panjang umur, patuh sama ortu dan  pacar yah.”
sempat kaget saat tata membaca wall itu, tata langsung bertanya pada nana” kamu beneran pacaran sama lana?”
lana itu teman satu Smp dengan tata dan nana, atau lebih tapatnya anak dari guru matematika di smp kami dan cowo yang jadi pasangannya nana saat acara perpisahan sekolah.
tapi lagi-lagi nana mengalihkan pertanyaan tata, hampir 3x tata bertanya tentang statusnya yang berpacaran itu. Akhirnya nana menjawab
“iya taa, udah 3hari.”
“emm…” . tata sempet kecewa kenapa nana tidak konsisten, dan yang paling tata ingat saat nana nangis di bahu tata dan dia berucap tak ingin berpacaran dengan alasan ini itu.
lebih kronisnya lagi persahabatan tata dan nana jadi lebih jauh, banyak jarak yang memisahkan. Entah apa yang terjadi, semenjak nana berpacaran dengan lana nana berubah drastis. Dari nana yang pendiem tapi tetap ceria, perhatian, sayang sahabat dan keluarganya dan yang jelas cewe religious yang selalu menjaga kata-katanya, apalagi masalah cowo. Tapi kini semua berubah, yang ada hanya nama lana yang selalu ia agung-agungkan. Nana dan lana sebenarnya LDR (Long distance relationsip) lana sekolah di Bandung, yang setiap saat pasti selalu nana rindukan.
Jarak semakin terasa untuk persahabatan tata dan nana, hingga banyak yang menyuruh tata untuk move on dari sahabatnya itu. Orang-orang bilang untuk apa kamu mempertahankan persahabatan kalian, jika nana sudah tak ingin berteman denganmu. Itu hanya akan membuatmu terus merasa sakit ta. Ditambah untuk apa pula kamu tetap seperti itu pada nana, nana sudah tak peduli dengan dirimu dan biarpun nanti kalian baikan lagi tetap saja kalian ujung-ujungnya bertengkar . sudahlah lupakan saja ta. Tata sering merenungkan kata-kata itu dari teman-teman yang lain, terkadang tata ingin sekali untuk seperti itu, bersikap acuh dan tak ingin peduli pada nana malah tata pernah membuat mantra yang berbunyi “aku gak tahu, dan yang pasti aku gak mau tahu”. Tetap saja mantra itu tidak bisa bertahan lama untuk tata, mungkin rasa sayang tata sudah mengalahkan segalanya. Terkadang tata harus berfikir keras untuk mencari jalan keluarnya, walau harus sampai air mata yang mengalir. “Apa aku harus ikuti semua kata-kata teman-teman yah?  Tapi kurasa itu bukan jalan terbaiknya, aku adalah sahabat nana dan nanapun adalah sahabatku. Mana bisa aku terus diam dan seolah tak peduli padanya, padahal dia berda di zona yang sungguh tak di inginkan. Yaa Tuhan , bantulah hambamu ini untuk mencari jalan keluarnya. Mana sebenarnya yang terbaik untuk persahabatan kami, saya terlalu menyayanginya tuhan. Terlalu berat dan menyakitkan jikalau saya harus melepaskannya, hati ini belum sepenuhnya ikhlas.” Tata memang belum bisa untuk merelakan nana yang sekarang, walaupun tata sudah ada tekad untuk terus belajar ikhlas dan melupakan nana. Yang ada hanya rasa pedih , tata selalu ingat saat bersama nana saat tata dan nana melingkarkan jari kelingking mereka dan mereka berkata “bestfren forever”.

Sungguh indah, tapi itu dulu. Yang ada sekarang hanya kenangan teman.  
Previous
Next Post »

2 komentar

Click here for komentar
30 June 2014 at 20:58 ×

nice ceritanya :') ... mengharukan,, kasian tata.. nana ga peka banget sih haduhh..

Reply
avatar
6 July 2014 at 16:09 ×

hehehe.. iya makasih dara :)

Reply
avatar
Thanks for your comment